• Selamat Datang di Website Masjid Baiturrahman Dusun Lembana Desa Kombang
Kamis, 16 Juli 2026

Sejarah

Sejarah
Bagikan

Sejarah Berdirinya Masjid Baiturrahman Kombang

Latar Belakang

Sejarah Masjid Baiturrahman Kombang bermula dari sebuah mushallah sederhana di Dusun Lembana Desa Kombang Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Pada awalnya, mushallah ini menjadi satu-satunya pusat ibadah dan kegiatan keagamaan bagi warga sekitar. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk di Dusun Lembana meningkat pesat. Antusiasme masyarakat untuk beribadah secara berjemaah, melaksanakan pengajian, dan menggelar kegiatan syiar Islam membuat kapasitas mushallah tidak lagi memadai. Setiap waktu salat dan kegiatan keagamaan besar, mushallah selalu penuh sesak hingga tidak mampu lagi menampung seluruh jemaah yang datang.

Menyikapi kondisi mushallah yang sudah tidak muat, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Lembana berinisiatif mencari solusi. Pertemuan penting pun digelar. Dalam musyawarah, seluruh elemen masyarakat duduk bersama untuk merundingkan masa depan tempat ibadah mereka.

Hasil musyawarah mencapai mufakat mutlak: masyarakat sepakat untuk merombak dan mengubah status mushallah menjadi sebuah masjid yang lebih besar dan representatif. Mengingat keterbatasan dana formal pada saat itu, forum musyawarah juga menyepakati bahwa modal utama pembangunan masjid akan bertumpu sepenuhnya pada sistem swadaya dan semangat gotong royong masyarakat.

Setelah perencanaan matang dan pengumpulan dana awal dari sumbangan warga selesai dilakukan, momen yang dinantikan tiba. Tepat pada tahun 1992, dilaksanakan upacara ritual keagamaan sekaligus peletakan batu pertama sebagai tanda resmi dimulainya pembangunan masjid. Bangunan baru ini kemudian diberi nama Masjid Baiturrahman Kombang, yang membawa harapan besar agar tempat ini menjadi rumah Allah yang penuh berkah, rahmat, dan pemersatu umat.

Setelah peletakan batu pertama, pembangunan fisik langsung dikebut secara masif. Berlokasi di Jl. Pesisir Lembana, proses pembangunan masjid ini menjadi bukti nyata kekuatan persatuan masyarakat. Seluruh tahapan pembangunan dikerjakan mandiri oleh warga.

Para pria bergantian melakukan kerja bakti fisik mulai dari menggali fondasi, mengaduk semen, hingga menyusun struktur bangunan. Kaum wanita turut ambil bagian dengan menyediakan konsumsi bagi warga yang bekerja.

Pendanaan terus mengalir dari swadaya murni masyarakat Lembana. Warga menyisihkan sebagian penghasilan mereka demi tegaknya rumah ibadah ini.

Berkat ketulusan, keikhlasan, dan keringat seluruh masyarakat, Bangunan masjid yang kokoh akhirnya berhasil berdiri tegak menggantikan mushallah lama.

Fungsi dan Peran Strategis Masjid

Sejak berdiri tahun 1992 hingga hari ini, Masjid Baiturrahman Kombang telah menjelma menjadi jantung kehidupan masyarakat di Dusun Lembana. Masjid ini menjalankan tiga fungsi utama:

  1. Pusat Ibadah Jemaah: Menampung pelaksanaan salat fardhu berjemaah, salat Jumat, hingga salat Idulfitri dan Iduladha warga pesisir.
  2. Pusat Pendidikan Islam: Menjadi benteng moral dan tempat belajar mengaji Al-Qur’an bagi generasi muda serta majelis taklim bagi warga dewasa.
  3. Simpul Sosial Budaya: Melestarikan tradisi musyawarah warga dan menjadi tempat penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Sejarah Masjid Baiturrahman Kombang adalah warisan berharga yang membuktikan bahwa keterbatasan materi dapat diatasi melalui persatuan dan kekuatan gotong royong yang berlandaskan keimanan.

by remas

Masjid Baiturrahman
Jl. Pesisir Lembana Desa Kombang
Luas Area494 (m2) m2
Luas Bangunan132 (m2) m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1992